Home > Auditing > Definisi Audit

Definisi Audit

Kita sering mendengar kata-kata “Audit” dan sudah tidak asing lagi dengan kata-kata audit tersebut. Jasa Audit semakin lama semakin dibutuhkan di dalam kegiatan bisnis dan perekonomian mengingat semakin banyaknya resiko yang mungkin timbul di dalam menjalankan suatu kegiatan dan usaha.

Apakah “Audit” itu ?

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut Auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Nah itulah yang dimaksud dengan Audit, jadi dengan adanya audit kita bisa melakukan verifikasi dan memperkuat kontrol agar sebuah subjek(kegiatan, informasi, nilai, dll) sudah sesuai dengan yang kita standarisasi yang telah ditetapkan.

Jadi, audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut:

  1. Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti.
  2. Informasi yang dapat diukur. Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.
  3. Entitas ekonomi. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa Perusahaan, Divisi, atau yang lain.
  4. Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor.
  5. Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang.
  6.  Melaporkan hasilnya. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut.

Jenis-Jenis Audit :

  1. Audit Keuangan
  2. Audit Operasional
  3. Audit Kepatuhan
  4. Audit Investigatif
  5. Dll

Untuk penjelasan mengenai secara lebih detail mengenai hal-hal tersebut maka akan dibahas lebih spesifik di postingan yang selanjutnya.

Kalau ada sekiranya hal-hal yang ingin dipertanyakan, bisa sertakan comment, kami akan jawab dengan semaksimal mungkin yang kami bisa

Regards,

Eddy

Categories: Auditing
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: